Pembacaan Alkitab: Kolose 1:3-14
Ucapan syukur dan doa
3 Kami mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,
4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil,
6 yang telah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.
7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.
8 Dialah juga yang teolah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
9 Sebab itu sejak kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,
10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu denagn tekun dan sabar,
12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
13 Ia telah melepaskan Kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
“MENJAWAB PAANGGILAN-NYA”
Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
RENUNGAN
Saat aku masih muda, ayah punya sweater cardigan ber-ruitsliting favoritku. Sweater itu kainnya agak kasar dan untukku kebesaran; tetapi saat mengenakannya, aku merasa lengan ayah memelukku. Beberapa tahun lalu ayah meninggal, dan sekarang sweater itu jadi milikku. Kainnya sudah lebih lembut; dan ukurannya semakin pas untukku! Dan yang paling menggembirakan, aku masih merasakan pelukan ayah saat memakainya.
Sweater itu menyerupai hidup kekristenanku. Sepanjang perjalanan aku diminta melakukan hal-hal yang tampaknya “kurang pas”, tetapi aku tetap melaukannya. Beberapa merupakan tugas sederhana, seperti membaca Alkitab. Beberapa lagi lebih menantang, contohnya turut serta dalam perjalanan misi atau memimpin pelayanan bari di gereja. Setiap tugas tampak mengerikan kala pertama kali aku menerimanya.
Tetapi, Allah memakai kita sesuai kebutuhan-Nya atas kita. Aku mendapati bahwa makin banyak aku aku berjalan dalam tugas-tugas yang Allah percayakan kepadaku, makin nyaman kurasa ketika aku mencoba berbagai peran baru dalam melayani-Nya.
Tatkala Allah meminta kita melakukan perbuatan baik, kita dapat terus melangkah sambil menggunakan sweater itu. Mungkin saja ia terasa pas. Dan kalau pun tidak, kita akan makin bertumbuh seiring dengan waktu.
Doa:
Tuhan, tolonglah kami mendengar-Mu memanggil kami agar membawa terang-Mu ke dunia ini dengan cara yang sudah Engkau tentukan. Amin.
Pokok pikiran:
Untuk pekerjaan apa Allah memanggilku hari ini?
Doa syafaat:
Para pekerja sukarela di gereja.
Dikutip dari:
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
© Copyright 2009 by The Upper Room
Minggu, 15 November 2009
Trish Krider (Florida, Amerka Serikat)





























