Jumat, 13 November 2009
St. Stanislaus Kostka; St. Didakus; Sta. Fransiska Xaveria Cabrini;
St. Aloisius Versiglia dan St. Callistus Caravario
(by: Rm. Aloys Budi Purnomo)
Mutiara Iman:
“Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan
barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.”
[Lukas 17:33]
BACAAN PERTAMA – Keb. 13:1-9;
MAZMUR TANGGAPAN – Mazmur 19:3-5;
BACAAN INJIL – Lukas 17:26-37;
Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan
datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda
lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia
ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Dan Ia
berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat
satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.
Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di
sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat
memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian
pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus
menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.
MEDITATIO:
Yesus berbicara tentang datangnya Kerajaan Allah. Tanda-tandanya
bermacam-maca, tetapi yang jelas, datangnya Kerajaan Allah dalam arti
kiamat, tidak seorang pun tahu. Sebab ia datang secara tiba-tiba. Maka yang
penting untuk menyambut datangnya Kerajaan Allah adalah sikap waspada dan
berjaga-jaga. Dalam kewaspadaan dan keberjaga-jagaan itu, kita diajak untuk
rela membela Yesus, bahkan kendati harus kehilangan nyawa kita. Sebab, kata
Yesus, barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan
nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.
Benarkah dan relakah kita kehilangan nyawa demi Dia. Tidak harus mati
sih. Tapi rela menanggung yang tidak enak, yang pahit, yang sulit,
menderita, justru karena membela Yesus. Itu berarti, mengembangkan sikap
kemartiran merupakan hal yang penting untuk menyambut datangnya Kerajaan
Allah. Kemartiran dalam arti kerelaan untuk berkorban demi Kristus, apa pun
juga bentuk pengorbanan itu!
CONTEMPLATIO:
Duduklah dalam hening… rasakan setiap hembusan nafas yang masuk dan
keluar… juga denyut jantungmu… Tataplah Yesus yang hadir di hadapanmu.
Ia memberikan wejangan tentang datangnya akhir zaman… Rasakan gejolak
hatimu menerima wejangan Yesus itu. Mohonlah keberanian untuk menyambut
datangnya Kerajaan Allah itu dan berani berkorban bagiNya.
ORATIO:
Ya Yesus, ajarilah aku memiliki keberanian untuk berkorban demi Engkau,
sebagai wujud kerelaanku kehilangan nyawa demi Engkau, sekecil apa pun, atau
sebesar apapun, kini dan sepanjang masa. Amin.
MISSIO:
Hari ini aku akan berkorban demi Kristus dengan memperhatikan orang sakit
yang ada di sekitarku atau pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi dan
mendoakan mereka.
Tuhan memberkati!





























