Feeds:
Tulisan
Komentar

Heaven-Of-Angels

Malaikat Malaikat Sorgawi Meliputimu Dengan Kekekalan Rahmani Berkat Perlindungan Penyelamatan

Saat Teduh Minggu, 15 November 2009

Pembacaan Alkitab: Kolose 1:3-14

Ucapan syukur dan doa

3 Kami mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,

4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,

5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil,

6 yang telah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.

7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.

8 Dialah juga yang teolah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.

9 Sebab itu sejak kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,

10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu denagn tekun dan sabar,

12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

13 Ia telah melepaskan Kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

“MENJAWAB PAANGGILAN-NYA”

Efesus 2:10

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

RENUNGAN

Saat aku masih muda, ayah punya sweater cardigan ber-ruitsliting favoritku. Sweater itu kainnya agak kasar dan untukku kebesaran; tetapi saat mengenakannya, aku merasa lengan ayah memelukku. Beberapa tahun lalu ayah meninggal, dan sekarang sweater itu jadi milikku. Kainnya sudah lebih lembut; dan ukurannya semakin pas untukku! Dan yang paling menggembirakan, aku masih merasakan pelukan ayah saat memakainya.

Sweater itu menyerupai hidup kekristenanku. Sepanjang perjalanan aku diminta melakukan hal-hal yang tampaknya “kurang pas”, tetapi aku tetap melaukannya. Beberapa merupakan tugas sederhana, seperti membaca Alkitab. Beberapa lagi lebih menantang, contohnya turut serta dalam perjalanan misi atau memimpin pelayanan bari di gereja. Setiap tugas tampak mengerikan kala pertama kali aku menerimanya.

Tetapi, Allah memakai kita sesuai kebutuhan-Nya atas kita. Aku mendapati bahwa makin banyak aku aku berjalan dalam tugas-tugas yang Allah percayakan kepadaku, makin nyaman kurasa ketika aku mencoba berbagai peran baru dalam melayani-Nya.

Tatkala Allah meminta kita melakukan perbuatan baik, kita dapat terus melangkah sambil menggunakan sweater itu. Mungkin saja ia terasa pas. Dan kalau pun tidak, kita akan makin bertumbuh seiring dengan waktu.

Doa:

Tuhan, tolonglah kami mendengar-Mu memanggil kami agar membawa terang-Mu ke dunia ini dengan cara yang sudah Engkau tentukan. Amin.

Pokok pikiran:

Untuk pekerjaan apa Allah memanggilku hari ini?

Doa syafaat:

Para pekerja sukarela di gereja.

Dikutip dari:

Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

© Copyright 2009 by The Upper Room

Minggu, 15 November 2009

Trish Krider (Florida, Amerka Serikat)

angels-love

Ribuan Malaikat Pelindung Bernyanyi Memuji TUHAN Semesta Alam

Tuhan yang kami kasihi,

semua yang kami lihat atau sentuh
dengan tangan kami akan lekang
oleh waktu atau menjadi rusak.

Anggota keluarga dan
orang-orang yang dekat di hati kami
pada saatnya akan menghilang dari hidup kami.

Namun, saat kami berkontemplasi
tentang keabadian,
kami dipenuhi dengan puji-pujian
yang tidak henti-hentinya bergema,
dan kami sadar ya Tuhan
bahwa Engkaulah yang berkuasa selamanya.

KerajaanMu tak akan berakhir.
Kami berkumpul dengan saudara-saudari
seiman dari seluruh dunia,
dari seluruh dunia,
dari berbagai suku bangsa,
bahasa, dan bangsa untuk memuji
namaMu, Tuhan Yesus Kristus,
Raja kami selama-lamanya !

Amin.

SITUS MILIS :
http://groups.yahoo.com/group/doa-satu-menit

OWNER :
Robert Nio: mangucup@wanadoo.nl

pogledaj

kmeleon

Home. (Klik home)nv

Pengunjung Tercinta blog ini, salam Kehidupan dan Kasih Allah Senantiasa Menyertai Kita Sekalian… :)

visitor

124 Negara Sudah Mengunjungi http://firmanbudi.wordpress.com/ Hanya Dalam Waktu 9 Bulan Terbit

 

2121437918-water-for-life-dsc5996

Air Hidup Terus Memancar Kekekalan Melakukan Kehendak Bapa

Saat Teduh Sabtu, 14 November 2009

 

Pembacaan Alkitab: Yohanes 4:4-39

4 Ia harus melintasi daerah Samaria.

5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.

6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih dalam perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggr sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.

7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yeus kepadanya: “Berilah Aku minum.”

8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.

9 Maka kata perempuan Samaria nitu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

10 Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan engkau air hidup.”

11 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak mempunyai timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”

13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

15 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”

16 Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”

17 Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yeus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa kamu tidak mempunyai suami,

18 sebab engkau telah mempunyai lima suami dan yang sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”

19 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.

20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”

21 Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kpada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

24 Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia, harus menyembah dalam roh dan kebenaran.

25 Jawab perempuan itu kepadanya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”

26 Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”

27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorang pun yang berkata: “Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?”

28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:

29 “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”

30 Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.

31 Sementara itu murid-muird-Nya mengajak Dia, katanya: “Rabu, makanlah.”

32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.”

33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya utnuk dimakan?”

34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

35 Bukanlah kamu mengatakan: empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah lading-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.

38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.

39 Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”

“BERSAKSI GEMBIRA”

Yohanes 4:39

Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”

RENUNGAN

Kadang aku ragu berbicara tentang Allah kepada orang-orang di sekitarku. Diliputi kegamangan, aku berpikir bagaimana aku dapat menjelaskan bahwa Yesus hidup dan sangat mengasihi kita? Berdebat tidak akan membuat mereka mempercayai kebenaran itu. Bacaan hari ini menunjukkan cara seorang perempuan berhasil berbagi kabar sukacita tentang Yesus.

Secara sederhana perempuan di sumur itu tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” [Yohanes 4:29]. Ia mengajak orang lain untuk mengenal-Nya juga. Ia tidak pandai berargumentasi. Ia bersemangat menceriterakan pertemuannya dengan Juruselamat, membuatnya nyata bagi semua yang mendengarkan.Alkitab mencatat bahwa karena kesaksianku itu, banyak orang Samaria di kota itu menjadi percaya kepada Yesus.

Jadi, tatkala aku berjuang menemukan kata-kata yang benar, aku mengingat perempuan Samaria tadi dan mengingatkan diriku bahwa aku cukup dengan menjelaskan betapa Allah sangat mengenalku dan tetap mencintai dan menerima aku apa adanya. Mengapa aku membuat pekabaran Injil lebbih rumit dari hal ini? Bukan argumentasi yang memenangkan hati, melainkan cara kita menyampaikan sukacita pengenalan akan Allah – dan sukacita karena Allah mengetahui segala sesuatu tentang kita dan tetap mengasihi kita.

Doa:

Allah Sumber segala pengetahuan, penuhilah kami dengan sukacita sehingga dapat menyaksikan Engkau secara mudah dan wajar. Amin.

Pokok pikiran:

Bersaksi artinya mengatakan yang kita tahu tentang Allah.

Doa syafaat:

Kerelaan membagi imanku.

Dikutip dari:

Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

© Copyright 2009 by The Upper Room

Sabtu, 14 November 2009

Emma J. Peterson (Buckinghamshire, Inggris)

Doa Hari Sabtu, 14 Nopember 2009

grass-vase-by-normann-copen

Hidup adalah Bejana

Tuhan Yesus,

meskipun aku mengaku sebagai muridMu, pengikutMu,
aku telah mengikuti jalanku sendiri.
Aku tergoda untuk menentukan nasibku sendiri,
penyimpanganku hanyalah menghasilkan
hati yang keras terhadap Engkau.
Dengan mencari jalanku sendiri,
aku telah memperhadapkan diriku pada murkaMu
dan aku telah kehilangan jalanku.

Ampunilah aku Tuhan,
aku yang mengaku berhikmat,
tetapi sesungguhnya aku ini bodoh.
Aku mengakui dosa pemberontakanku.
Aku sadar bahwa pemberontakan yang kulakukan adalah
seperti ilmu sihir, karena aku telah merampas kekuasaanMu
untuk keuntungan diriku sendiri.
Dengan meninggalkan semua otoritas lainnya,
aku telah menjadi sebuah hukum bagi diriku sendiri.

Aku mengakui bahwa dengan menolak
untuk berjalan di dalam ketaatan
kepada orang-orang yang Engkau tempatkan di atas aku,
aku sedang memberontak terhadap Engkau.
Hal itu juga berarti bahwa aku telah mendukakan Roh Kudus
dan diriMu Tuhan.

Tolonglah aku Tuhan,
untuk sungguh taat kepada pimpinanMu,
tidak mengeraskan hati dan mau mendengar suaraMu.
Bentuklah aku Tuhan,
agar aku dapat menjadi bejana yang memuliakan namaMu.

Amin

SITUS MILIS :
http://groups.yahoo.com/group/doa-satu-menit

OWNER :
Robert Nio: mangucup@wanadoo.nl

forgiveness

Bisa Mengampuni, Setelah Diampuni

Daya Pengampunan Bacaan hari ini: Filemon 1:8-21
Ayat mas hari ini: Filemon 1:9,10
Bacaan Alkitab Setahun: Kisah Para Rasul 10-12

Filemon tercatat sebagai salah satu kitab Perjanjian Baru yang paling pendek. Mengapa surat ini termasuk dalam kanon Alkitab? Pasti ada sesuatu yang penting di dalamnya! Surat pendek ini memiliki satu tema pokok: permohonan ampun bagi orang lain.

Onesimus ialah hamba Filemon yang melarikan diri. Dulu Onesimus merugikan Filemon, tetapi ia mengalami perubahan hidup, sehingga di penjara ia menjadi sangat berguna bagi pelayanan Paulus. Sebenarnya Paulus ingin menahan Onesimus agar dapat terus melayaninya di penjara. Akan tetapi, Onesimus dikirim kembali kepada Filemon, disertai semacam surat rekomendasi dari Paulus. Apa yang mendasari surat itu? Pertama, otoritas Paulus sebagai bapa rohani Filemon. Kedua, kasih yang ada dalam diri Filemon. Ketiga, perubahan hidup Onesimus itu sendiri. Keempat, kesediaan Paulus untuk bertanggung jawab sepenuhnya mengganti kerugian Filemon akibat ulah Onesimus pada masa lalu. Paulus meminta Filemon menerima kembali Onesimus karena ia menyaksikan perubahan hidup Onesimus, dari budak buron menjadi saudara di dalam Tuhan. Paulus “terpikat” oleh perubahan ajaib itu, dan ia mengharap Filemon pun turut “terpikat”. Singkatnya, Paulus berharap agar Onesimus tidak dianggap melakukan dosa yang tidak berampun, tetapi diberi peluang untuk bertumbuh di dalam kehidupannya yang baru.

Adakah orang yang oleh anugerah Tuhan berjuang keluar dari kesalahan masa lalunya menuju pemenuhan hidup pada masa kini? Sepatutnya kita mengapresiasi perubahan hidupnya dan menyambutnya sebagai saudara yang kekasih.

KITA MENGAMPUNI KARENA KITA TELAH DIAMPUNI
(Sumber: www.renunganharian.net)

Sedang Mencari Tuhan? Belum Mengalami dan Merasakan Hadirat-Nya? Tentu boleh baca-baca di sini
Mencari Tuhan

Klik Tempo ePaper hari ini

ullen sentalu

Museum No Photo, Photo Photo

ulen sentalu 2juliana1937gustinurul

 

li_river_by_foureyes

Tenang Bertahan, Kilat Menyerang!

RH Mutiara Iman
Jumat, 13 November 2009
St. Stanislaus Kostka; St. Didakus; Sta. Fransiska Xaveria Cabrini;
St. Aloisius Versiglia dan St. Callistus Caravario
(by: Rm. Aloys Budi Purnomo)

Mutiara Iman:
“Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan
barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.”
[Lukas 17:33]

BACAAN PERTAMA – Keb. 13:1-9;

MAZMUR TANGGAPAN – Mazmur 19:3-5;

BACAAN INJIL – Lukas 17:26-37;

Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan
datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda
lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia
ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Dan Ia
berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat
satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.
Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di
sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat
memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian
pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus
menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.

MEDITATIO:
Yesus berbicara tentang datangnya Kerajaan Allah. Tanda-tandanya
bermacam-maca, tetapi yang jelas, datangnya Kerajaan Allah dalam arti
kiamat, tidak seorang pun tahu. Sebab ia datang secara tiba-tiba. Maka yang
penting untuk menyambut datangnya Kerajaan Allah adalah sikap waspada dan
berjaga-jaga. Dalam kewaspadaan dan keberjaga-jagaan itu, kita diajak untuk
rela membela Yesus, bahkan kendati harus kehilangan nyawa kita. Sebab, kata
Yesus, barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan
nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.

Benarkah dan relakah kita kehilangan nyawa demi Dia. Tidak harus mati
sih. Tapi rela menanggung yang tidak enak, yang pahit, yang sulit,
menderita, justru karena membela Yesus. Itu berarti, mengembangkan sikap
kemartiran merupakan hal yang penting untuk menyambut datangnya Kerajaan
Allah. Kemartiran dalam arti kerelaan untuk berkorban demi Kristus, apa pun
juga bentuk pengorbanan itu!

CONTEMPLATIO:
Duduklah dalam hening… rasakan setiap hembusan nafas yang masuk dan
keluar… juga denyut jantungmu… Tataplah Yesus yang hadir di hadapanmu.
Ia memberikan wejangan tentang datangnya akhir zaman… Rasakan gejolak
hatimu menerima wejangan Yesus itu. Mohonlah keberanian untuk menyambut
datangnya Kerajaan Allah itu dan berani berkorban bagiNya.

ORATIO:
Ya Yesus, ajarilah aku memiliki keberanian untuk berkorban demi Engkau,
sebagai wujud kerelaanku kehilangan nyawa demi Engkau, sekecil apa pun, atau
sebesar apapun, kini dan sepanjang masa. Amin.

MISSIO:
Hari ini aku akan berkorban demi Kristus dengan memperhatikan orang sakit
yang ada di sekitarku atau pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi dan
mendoakan mereka.

Tuhan memberkati!

In This River by werol Michal Mierzejewski

Ketenangan & Ketentraman Sorgawi Lebih Syuur dari Nikmat Dunia

Ya Tuhan Yesus,

gerakkan hatiku dengan aliran rahmatMu
yang lembut dan tenang.
Biarlah sungai kasihMu mengalir memenuhi jiwaku.
Biarlah jiwaku hanyut dalam gelombang kasihMu,
menuju lautan surga yang luas dan tak terbatas.

Ya Tuhan, aku mengoyakkan hati dan jiwaku.
Aku ingin Engkau hadir dan tinggal di sana,
di dalam luka-luka jiwaku.

Ya Tuhan yang terkasih,
terima kasih atas hari yang indah dalam hidupku.
Terima kasih karena Engkau mengasihi aku
dan memberikan aku apa yang kuingini dalam hidupku.
Aku berdoa untuk keluargaku, dan teman-temanku,
untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Tolonglah kami semua melalui pencobaan dan
penderitaan kami dengan tabah, bertekun di dalam doa
dan iman, serta berharap kepadaMu.

Aku berterima kasih atas semua yang boleh
terjadi dalam hidupku dan karena Engkau
telah membimbingku, menjadikan hidupku lebih baik.

Aku akan mengasihiMu dan memujiMu selamanya.
Aku menantikan bimbinganMu dan kasihMu agar
senantiasa berada di dalam jalanMu Tuhan.
Aku panjatkan doa ini di dalam namaMu,
ya Tuhan Yesus, Juru Selamatku.

Amin

SITUS MILIS :
http://groups.yahoo.com/group/doa-satu-menit

OWNER :
Robert Nio: mangucup@wanadoo.nl


Ayat bacaan: Keluaran 33:11
===========================
“Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.”

yosua, mengalami kemuliaan TuhanMengalami kemuliaan Tuhan dan merasakan hadiratNya tentu merupakan keinginan kita semua. Terkadang berbagai kesibukan yang menyita waktu membuat kita menomor duakan menjalin hubungan dengan Tuhan, melewatkan saat-saat teduh, lupa berdoa, dan akhirnya tidak lagi menempatkan Tuhan sebagai prioritas tertinggi dalam hidup. Berbagai dosa dan godaan dunia, dan keinginan daging pun dapat menyebabkan orang kehilangan kemuliaan Tuhan dalam hidupnya. Hari ini saya ingin mengajak teman-teman untuk melihat kisah Yosua.

Yosua adalah hamba Musa yang setia, yang selalu mengikuti kemanapun Musa pergi. Pada periode kehidupan di padang gurun pun, Yosua selalu hadir di dekat Musa dan melihat segala yang terjadi. Salah satu saat terpenting yang ia alami adalah melihat sendiri peristiwa perjumpaan Musa dengan Tuhan.

“Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.”

Ada sesuatu yang menarik dari ayat bacaan diatas, dimana ketika Musa sudah selesai berbicara dan meninggalkan kemah, Yosua anak Nun memilih untuk tetap tinggal di kemah. Mengapa? Sepertinya Yosua terpesona dengan apa yang ia saksikan dan rasakan, yakni hadirnya kemuliaan Tuhan di dalam kemah itu. Yosua tidak ingin berpisah dari hadirat Tuhan yang hadir disana. Saya yakin sejak saat itu Yosua semakin gigih berusaha untuk belajar bagaimana agar dia bisa semakin intim dengan Tuhan, tidak hanya sebagai penonton dari jauh tapi sebagai pelaku, tetap berada dalam kemuliaan itu dan mengalami seperti Musa. Maka selanjutnya kita menyaksikan bahwa ia dipilih Tuhan untuk menggantikan Musa dan memimpin bangsa Israel untuk masuk ke tanah terjanji, Kanaan. “Kepada Yosua bin Nun diberi-Nya perintah, firman-Nya: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan membawa orang Israel ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka, dan Aku akan menyertai engkau.”(Ulangan 31:23). Yosua sejak muda sudah belajar untuk mengejar kemuliaan Tuhan, dan hasilnya tidaklah sia-sia.

Allah sangat merindukan orang yang selalu rindu untuk berbicara dengan Dia, bukan sekedar berbicara tentang Dia. Kita bisa belajar dari orang-orang yang selalu merindukan Tuhan seperti Yosua. Firman Tuhan dalam Mazmur berkata “Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau.” (Mazmur 84:5). Dalam perjanjian baru kita melihat bahwa bagi orang-orang seperti ini, Tuhan akan memberitahukan banyak hal. “Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” (Kolose 1:27). Dalam bahasa Inggrisnya (amp) lebih jelas, “Christ within and among you”, “Kristus ada di dalam kita dan bersama kita”. Haleluya! Ini yang membedakan antara anak-anak Tuhan dengan warga dunia lainnya, yaitu kehadiran Tuhan berjalan bersama dengan kita. Ini pula yang dikatakan Musa. “Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?” (Keluaran 33:16).

Belajar dari Yosua, agar bisa merasakan kemuliaan Tuhan dan mengalami perjalanan bersama Tuhan sepanjang hidup kita, inilah hal yang harus kita lakukan.
1. Setia dalam melayani
Yosua adalah hamba yang setia pada Musa, dan kesetiaannya itu menjadikan dirinya sebagai pewaris Musa. Kita harus memiliki hati hamba yang selalu rindu untuk melayani. Begitu pula Yesus datang ke dunia untuk melayani dan bukan dilayani bahkan memberi nyawaNya untuk menebus banyak orang. (Markus 10:45)
2. Mencintai Hadirat Tuhan
Yosua tidak meninggalkan kemah karena ia benar-benar rindu untuk terus merasakan hadirat Tuhan hadir dalam hidupnya. Jangan sampai Tuhan menjadi prioritas kesekian dalam hidup. Kita harus terus tekun berdoa dan hidup dari firman Tuhan (Matius 4:4).
3. Punya iman penuh dan tetap percaya
Ingatlah bahwa Yosua adalah salah satu yang diutus Musa untuk mengintai situasi Kanaan. Ketika 10 orang pesimis, hanya Yosua dan Kaleb lah yang punya iman teguh pada Tuhan dan merasa yakin mereka pasti akan mampu merebut tanah terjanji. (Bilangan 13:30). Ia pula yang memimpin peperangan melawan orang Amalek di Rafidim.(Keluaran 17:8-16). Iman penuh akan Kristus akan membuat kita mampu merasakan kasih karunia, dan dengan demikian kita akan selalu hidup dalam pengharapan dan menerima kemuliaan Allah.(Roma 5:2).

Teruslah berkomitmen untuk hidup dalam kekudusan dan keintiman dengan Tuhan agar kemuliaan Tuhan selalu hadir dalam diri kita. Sumber: Renungan Harian Online

Baca di sini klik

rukunsentosa

Petruk Jadi Raja

new_jerusalem
Dirgahayu 50 Th GKI Wonosobo (Jangan Cemberut Pak Pdt. – Bersukacitalah Bersama TUHAN)

Kamis, 12 November 2009

Mazmur 87
Judul: Sion, kota bagi bangsa-bangsa

87

1Mazmur bani Korah: suatu nyanyian. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya: 2TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub. 3Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela 4Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: “Ini dilahirkan di sana.” 5Tetapi tentang Sion dikatakan: “Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya. 6TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: “Ini dilahirkan di sana.” Sela 7Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: “Segala mata airku ada di dalammu.”
=================================================================================

Seperti apakah rasanya mendapatkan perlakuan diskriminatif? Ketika orang lain boleh, Anda dicegah karena warna kulit, atau keyakinan iman, atau bahasa yang berbeda. Itulah kenyataan hidup di dunia berdosa. Bahkan tidak jarang di tempat yang seharusnya perbedaan seperti itu tidak menjadi masalah, seperti di gereja, di ruang pengadilan, justru sangat mencolok terjadi!
Sion, bagi umat Israel sempat menjadi tempat eksklusif Allah hadir hanya untuk mereka. Yahweh hanya milik Israel, dan bangsa-bangsa lain hanya kafir yang dilirik pun tak pantas. Namun justru panggilan utama Israel memberitakan bahwa Yahweh mengasihi bangsa-bangsa, dan bahwa mereka diundang untuk menikmati berkat-Nya bersama dengan umat pilihan-Nya, Israel. Mereka juga umat pilihan!

Mazmur ini meninggikan Sion sebagai tempat yang Tuhan cintai lebih daripada tempat mana pun di kerajaan Israel (ayat 2-3). Namun, justru di tempat istimewa inilah Allah akan menghimpun umat-Nya dari penjuru dunia. Rahab, yang melambangkan Mesir serta Babel, dua adikuasa yang memusuhi Israel disapa sebagai umat Tuhan (ayat 4a). Demikian juga dengan Filistea, Tirus, dan Etiopia (ayat 4b). Mereka yang lahir di luar Israel(ayat 4), dan mereka yang lahir di Sion (ayat 5), sama-sama akan menyanyikan pujian bagi Tuhan yang telah mempersatukan mereka.Tuhan menjadi satu sumber air kehidupan bagi mereka (ayat 7, kata -ku, lebih cocok menunjuk kepada Tuhan, yaitu -Ku).

Paulus pernah berkata, di dalam Kristus tidak ada lagi orang Yahudi atau Yunani karena keduanya telah dipersatukan (Ef. 2:11-22). Yang ada hanyalah anak-anak Tuhan tanpa membedakan ras, suku, bangsa, dan bahasa. Dan buat mereka yang masih di luar Kristus, yaitu orang-orang yang dibelenggu dosa, ada anugerah siap dicurahkan agar mereka menjadi milik-Nya. Tugas kita adalah memberitakan Injil lintas budaya dan bangsa, serta membuang perilaku diskriminatif di dalam gereja!
=================================================================================
Dikutip dari Santapan Harian. Hak Cipta : Yayasan Persekutuan Pembaca Alkitab. Isi Santapan Harian lainnya seperti pengantar kitab, artikel ringkas, sisipan, dlsb. dapat diperoleh dengan membeli buku Santapan Harian dari Yayasan PPA: Jl. Pintu Air Raya No 7 Blok C4, Jakarta 10710, ph:3442461-2; 3519742-3; Fax: 344972; email: ppa@ppa.or.id. Informasi lengkap : PPA di: http://www.ppa.or.id

Doa Hari Kamis, 12 Nopember 2009

happy-birthday
Dirgahayu 50 Th GKI Wonosobo

Bapa yang Maha Kuasa,

kami berdoa bagi ayah,
kakek, suami dan putra-putra kami
agar mereka mencari hidup Illahi
di atas keinginan-keinginan lainnya.

Kami berdoa semoga mereka bertahan
melawan godaan setan di mana kebodohan
dan keinginan daging akan membawa mereka
kepada kekecewaan, kedukaan dan kesedihan.

Bantulah mereka menjauhi semua ini,
dan mencari kebajikan, kekudusan, iman,
kasih, kekuatan, dan kelembutan hati.

Bantulah mereka membimbing
keluarga mereka dalam pertumbuhan iman
karena dengan membekali anggota keluarga mereka
akan kebenaran FirmanMu dan hidup di dalam
iman kepadaMu, mereka akan beroleh hidup yang kekal.

Buatlah mereka kuat dalam iman
agar mereka mampu melepaskan semua
yang menjadi penghalang di
jalan spriritual mereka untuk menjadi
semakin serupa denganMu.

Di dalam nama Yesus
kami berdoa.

Amin.

Tulisan Sebelumnya »