Feeds:
Tulisan
Komentar

Keheningan Kalbu Membuka Pintu Hati Memancarkan Cinta

Doa Hari Rabu, 10 Pebruari 2010

Bapa di surga,

kami mengakui bahwa seringkali lebih mudah
bagi kami membicarakan tentang kerajaanMu
daripada bersimpuh di kaki sang Raja.
Kuatkanlah keinginan hati kami
menyediakan waktu setiap hari
untuk dipersembahkan bagi kemuliaanMu,
agar kami dengan setia membaca sabdaMu yang suci
dan bersatu denganMu di dalam doa.

Dalam berkomunikasi denganMu kami bertumbuh
dalam kasih dan devosi, serta senantiasa ingat
akan hal-hal luar biasa yang telah
Engkau lakukan bagi kami.

Engkaulah Allah yang berkuasa dalam hidup kami,
namaMu kudus adanya.

Amin.

Kasih Allah Tanpa Syarat Mengubah Hati Sekeras Batu Jadi Selembut Salju

Saat Teduh Rabu, 10 Februari 2010

Pembacaan Alkitab: Kolose 4:2-6

2 Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.

3 Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan.

4 Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya.

5 Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.

6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

“CUKUP BERKATA-KATA”

1 Petrus 3:15

Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang mminta pertanggungan jawab dri kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.

RENUNGAN

Saat menjadi Kristen baru, aku ingin mendasari imanku dengan fakta, bukan dengan perasaan. Sehingga aku memperlengkapi diri dengan pengetahuan atas ayat-ayat, nubuat, dan bukti ilmiah untuk mendukung kebenaran isi Alkitab. Aku merasa senang dengan kebenaran yang aku pelajari sehingga aku ingin mengatakannya kepada seluruh dunia, terutama kelauarga dan teman-temanku. Tetapi, selama lebih dari 20 tahuh, Allah mengajarku sesuatu yang sama penting untuk dapat membangun panggilan bagi Kristus. Allah memanggil kita untuk membagikan kabar baik, bukan untuk memaksakan kehendak.

Aku menyadari hal ini saat seorang teman berbaik hati mengirimi surat yang isinya, “Aku akan menghargaimu, jika kau mau menghormati kepercayaanlu.” Aku malu, tetapi sekaligus bersyukur, karena ia mengasihiku sehingga berusaha mempertahankan persahabatan kami walau aku tidak menyinggungnya. Aku menjadi sadar tanggung jawabku adalah menjadi alat bagi Roh Kudus – bukan seorang yang sok tahu.

Dari waktu ke waktu aku makin peka mengenai cara orang lain menerima yang sangat ingin kubagikan.

Doa:

Ya Tuhan, tolong kami untuk membagikan kasih-Mu dengan cara yang penuh kasih kepada mereka yang tidak mengenal Engkau. Amin.

Pokok pikiran:

Untuk mengetahui kapan kita cukup berkata-kata.

Doa syafaat:

Kita membagikan kabar baik, tetapi hanya anugerah Allah yang mengubah hati.

Dikutip dari:

Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

© Copyright 2009 by The Upper Room, Inc.

ISSN 0042-0735 – GST#128363256

Rabu, 10 Februari 2010

Sherry Stumf (Ohio, Amerika Serikat)

Berbahagialah Yang Murah Hatinya, Bukan Nilai Pemberiannya, Karena Ia Akan Beroleh Kemurahan dan Cinta

Uang Receh untuk Cinta
Oleh: Sonny Wibisono *

“Kebahagiaan Anda tumbuh berkembang manakala Anda turut membantu orang lain. Namun, bilamana Anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi.”
– J. Donald Walters, penulis dan pengajar asal Rumania, tinggal di India

ANAK kecil itu lari tergopoh-gopoh. Di tangan kecilnya tergenggam beberapa uang receh. Jumlahnya tak seberapa. Namun dia memiliki niat mulia. Uang itu diserahkan pada tim pengumpul koin untuk Bilqis. Bilqis Anindya Passa, demikian nama lengkapnya, adalah anak laki-laki yang baru berusia tujuh belas bulan. Namun nasibnya sungguh tak beruntung. Dia diketahui mengidap penyakit atresia billier atau gangguan pada saluran empedu. Tayangan di televisi memperlihatkan kondisi perutnya yang besar dan matanya yang berwarna kuning. Sungguh pemandangan yang sangat menyayat hati.

Untuk menyembuhkan penyakitnya, Bilqis harus menjalani operasi cangkok hati yang ongkosnya mencapai Rp 1 miliar. Orang tuanya tak mampu untuk membayar ongkos operasi sebesar itu. Akun Bilqis di Facebook pun dibuka dengan nama Koin Cinta Bilqis. Beberapa sukarelawan kemudian ikut bergabung dalam gerakan mulia ini dalam membantu mengumpulkan koin bagi Bilqis. Media massa yang merupakan ujung tombak penyebaran informasi, sangat membantu dalam memberitakan penyakit yang diderita Bilqis, sekaligus kebutuhannya akan besarnya biaya operasi. Publikasi gencar melalui media massa akhirnya membuat para tetangga pun tahu penyakit Bilqis. “Uang itu dari dua anak saya yang sengaja menukarkan uang logam. Semua untuk Bilqis. Namanya juga kita bertetangga, tentu kita bersaudara.” tutur Manih, tetangga Bilqis, yang ikut menyumbangkan 230 keping uang logam.

Pengumpulan dana semacam ini terilhami Gerakan Koin untuk Prita Mulyasari. Suatu gerakan dari masyarakat luas untuk mendukung Prita yang tengah menghadapi masalah hukum dengan sebuah rumah sakit. Prita dituduh telah mencemarkan nama baik pihak rumah sakit hanya karena berkeluh kesah melalui email. Gerakan ini tentu saja membuat lega siapa pun. Di saat negara ini dinilai belum lagi mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi publik dengan baik, toh kepedulian publik teramat besar. Publik sama sekali tak banyak menuntut, tak banyak bicara, meski di luar sana misalnya, tengah terdengar pemberitaan tentang pembelian mobil mewah bernilai miliaran rupiah yang diperuntukkan bagi para pejabat negara. Rakyat mungkin hatinya terluka dengan isu pembelian mobil mewah tersebut. Namun hati nurani mereka tetaplah murni. Mereka memilih tidak berteriak-teriak, memaki, ataupun menghujat. Mereka justru merogoh kantongnya, mencari uang logam untuk disumbangkan bagi mereka yang membutuhkan. Meski jumlahnya katakanlah tak seberapa.

Koin atau receh. Memang ada yang menganggap tak banyak berarti, kecuali untuk uang kembalian atau alat untuk kerik pada saat tubuh masuk angin. Namun uang receh jangan dianggap remeh. Dia dapat menjadi sebuah simbol cinta kasih. Uang receh menjadi penghubung kepedulian terhadap sesama. Tak perlu harus menjadi kaya terlebih dahulu untuk dapat menyumbangkan koin. Karena siapa pun dapat tergerak hatinya untuk melakukan gerakan ini. Gerakan ini menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang memerlukan uluran tangan dari kita. Sikap berbagi terhadap sesama perlu terus digalakkan. Anda tak akan rugi sedikit pun jika Anda mau berbagi terhadap sesama, walau hanya dengan sekeping uang logam.

Hukum kekekalan energi mengatakan, tiada energi yang hilang bila dikeluarkan. Alangkah indahnya, bila mulai kini, kita semua mengumpulkan uang receh dalam sebuah wadah yang suatu saat akan berguna bagi saudara kita. Sumbangan atau uang itu memang akan berpindah tangan. Namun hakikatnya, dia akan kembali pada kita suatu saat nanti, dalam bentuk lain, yang akan menolong kita.

*) Sonny Wibisono, penulis buku ‘Message of Monday’, PT Elex Media
Komputindo, 2009

Kekuatan Allah adalah kekuatanku, Melestarikan Kehidupan Generasi Demi Generasi Dalam Sukacita Kenikmatan Sorga.

Doa Hari Selasa, 09 Februari 2010

Tuhan Yesus,

Habakuk mengingatkanku
bahwa sukacitaku bukan berasal dari perbuatanku,
melainkan dari Tuhan Penyelamatku,
karena itu aku memilih untuk bersukacita di dalam Engkau,
baik dalam suka cita yang melimpah
maupun dalam kesusahan.

Aku bersukacita menyadari,
bahwa Engkaulah kekuatanku,
yang membuatku mampu mendaki bukit
yang terjal dan berbatu-batu sampai ke puncaknya.
Di puncak bukit, aku menoleh ke belakang
dan melihat kekecewaan dan kesulitan
yang telah kulalui, dan aku bersyukur karena Engkau
Tuhan yang menopangku, dan yang membuat
kakiku kuat seperti rusa.

Sekali lagi aku menyatakan imanku akan Dikau,
Tuhan dan Rajaku,
dan aku bersykur serta bersuka cita di dalam
hidup yang Engkau berikan kepadaku.

Amin.

Keinginan Saling Menyalahkan Diganti Dengan Saling Membantu. Hidup ini Indah.

Saat Teduh Selasa, 9 Februari 2010

Pembacaan Alkitab: Yakobus 5:7-11

Bersabar dalam penderitaan

7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan! Sesungguhya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.

8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tutah.

11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada Akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

“BERSUNGUT-SUNGUT”

Yakobus 5:9

Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

RENUNGAN

Saat nas ini muncul dalam daftar bacaan Alkitab harianku, aku segera teringat pada dua anak gadisku.

“Jangan berisik sat kau makan!”

“Nah, jangan minum saat kau mengunyah! Kau tahu, aku tidak tahan melihatnya!”

Mereka terus mengkritik satu sama lain hingga mereka berangkat ke sekolah. Tentu ayat ini berarti bagi mereka! Aku bermaksud membacakannya sat makan malam.

Tetapi, saat aku membacanya untuk kedua kalinya, aku menyadari bahwa bagian ini banyak ditujukan kepadaku. Aku dan suamiku, Keith, tengah merenovasi lantai ruang keluarga. Kami tidak pernah melakukan ini sebelumnya dan proyek ini menghabiskan waktu lebih lama dari yang kami rencanakan. Ia ingin bekerja pada malam,; aku ingin mulai pagi-pagi. Kesabaran kami terhadap lantai itu dan terhadap kami masing-masing makin menipis. Aku telah bersungut-sungut dan merasa Hakim telah berdiri di ambang pintu. [Yakobus 5:9 - Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.]. Saat itu juga segera aku mohon ampun. Aku mencari Keith. Alih-alih bersungut-sungut dalam amarah, aku ingin berbicara dengan kasih dan perhatian.

Doa:

Allah Pencipta, tolong kami menghindari keinginan untuk bersungut-sungut. Ajar kami untuk berbicara satu sama lain dalam kasih, terutama saat kami berbeda pendapat. Dalam nama Yesus. Amin.

Pokok pikiran:

Seseorang yang menggangguku.

Doa syafaat:

Kita dapat berbicara pebuh kasih bahkan saat berbeda pendapat.

Dikutip dari:

Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

© Copyright 2009 by The Upper Room, Inc.

ISSN 0042-0735 – GST#128363256

Selasa, 9 Februari 2010

Mary van Rheenen (Geiderland, Nederland)

Benar-benar Tidur Dengan Kasur Jala di Atas Angin

Mau Beli Kasur Angin Murah di Bawah 100rb atau Mahal di Atas 1jt

Doa Hari Senin, 08 Februari 2010

Tuhan Yesus,

FirmanMu adalah pelita bagi kakiku
dan cahaya untuk langkahku.
Aku telah menyimpan FirmanMu
dalam hatiku agar aku tidak berdosa padaMu.

Bimbinglah aku ke arah perintahMu ya Yesus,
karena di sana aku akan menemukan kebahagiaan.
Palingkanlah mataku dari hal-hal yang tidak berguna,
lindungilah hidupku sesuai dengan FirmanMu.

Izinkan aku hidup untuk menyembahMu
dan semoga hukum-hukumMu dapat menahanku
untuk tetap taat dan setia kepadaMu.
Biarlah hatiku senantiasa terpaut kepadaMu,
dan aku memegang dan melakukan sabdaMu
sampai akhir hidupku.

Amin.

SITUS MILIS :

http://groups.yahoo.com/group/doa-satu-menit

OWNER :
Robert Nio: mang.ucup@gmail.com

China Firebird Phoenix Fire

Pecinta Seni dan Budaya, Memandang dan Merasakan Keindahan Bagai Kecantikan Perempuan

Bukan cuma mengoleksi 10.000 lembar kain batik kuno asli Indonesia. Ruangan Museum Batik Kuno Danar Hadi inipun diharumi semerbark bunga sedap malam dan melati.

Ternyata, penggunaan bunga melati dan sedap malam di dalam ruangan museum ini bukan sekadar pewangi ruangan. Menurut asisten menejer Museum Batik Kuno Danar Hadi Asti Suryo Astuti, penggunaan kedua bunga alami itu sebagai salah satu cara menjaga kualitas koleksi batik agar tetap awet dan baik. “Kalau menggunakan pewangi ruangan buatan bisa mempengaruhi kualitas dan merusak kain,” jelasnya.

Pihak pengelola pun melarang pengunjung memegang kain atau memotret dengan menggunakan blitz. “Karena tangan manusia mengandung garam yang dapat merusak kain. Sementara kilatan lampu blitz kamera juga dapat memudarkan warna kain,” kata Tuti.

Museum Batik Kuno Danar Hadi memiliki koleksi mencapai 10.000 lembar kain batik kuno. Namun koleksi yang dimiliki tidak seluruhnya di tampilkan di museum hanya 700 lembar. “Selama tujuh hingga sembilan bulan akan kami ganti dengan koleksi yang lain,” terang Tuti lagi.

Museum ini memiliki tema “Batik: Pengaruh Zaman dan Lingkungan”. Sesuai dengan tema tersebut, koleksi kain batik yang dipajang terbagi menjadi beberapa jenis batik. Ada batik Belanda, batik Cina, batik Jawa, hokokai, batik pengaruh India, batik Kraton, batik pengaruh Kraton, batik sudagaran, batik petani, batik Indonesia, dan batik Danar Hadi.

Selain melihat ratusan batik, pengunjung juga dapat menyaksikan proses pembuatan kain batik, baik batik tulis, batik cap maupun batik printing di bagian belakang museum.

Untuk mempermudah pengunjung berkeliling dan mendapatkan informasi tentang batik, museum ini difasilitasi tanda panah sebagai petunjuk jalur berkeliling, pemandu, dan alat bantu informasi tentang sejarah kain batik, ciri khas, dan corak kain batik yang ditaruh di setiap sisi kain batik yang dipajang.

Praktek Membatik

Keberadaan Museum Batik Kuno Danar Hadi selain didedikasikan untuk melestarikan batik juga untuk menjaring turis datang ke Solo “Kami memang lebih ditujukan untuk kegiatan pariwisata bukan tujuan komersil. Kami akan mempromosikan batik sebagai budaya asli Indonesia. Kami juga memiliki paket-paket untuk heritage tour,” ungkap Diana Santoso selaku Managing Director House Danar Hadi Danar Hadi.

Pengunjung dapat mengikuti paket wisata yang ditawarkan museum ini antara lain paket mengunjungi batik kuno dan bangunan arsitektur Jawa Kuno n\Dalem Wuryaningrat serta diskusi mengenai batik yang dipamerkan di galeri. Harga per paketnya berkisar Rp 30.000 s/d Rp140.000 per orang. Selain itu ada workshop pembuatan batik tulis satu warna Rp 175.000 per orang, paket keterampilan (batik course) selama 5 hari dengan biaya Rp 500.000 s/d 840.000 per orang.

Untuk paket keterampilan, hari pertama dimulai dengan mengunjungi museum batik kuno dan bangunan arsitektur jawa kuno di nDalem Wuryaningrat. Kemudian diskusi singkat mengenai batik yang terdapat di galeri. Setelah makan siang dilanjutkan dengan pembagian materi dan ditutup dengan teori jenis-jenis proses.

Hari kedua, peserta akan diberikan secara berturut teori bahan baku, teori zat warna, praktek memola, dan kemudian praktek membatik. Hari ketiga dimulai lagi dengan praktek membatik yang kemudian dilanjutkan dengan praktek mencelup (coletan).

Hari keempat, peserta akan diberikan praktek menutup kemudian diteruskan dengan praktek mencelup dan melorot. Di hari terakhir peserta akan diberikan praktek menutup, meyoga, melorot, dan diakhiri dengan evaluasi hasil praktek.

House of Danar Hadi

House of Danar Hadi secara resmi dibuka oleh Menbudpar Jero Wacik, 22 Agustus 2008. HDH merupakan kawasan One Stop of Batik Adventure, salah satunya Museum Batik Kuno terdapat di kawasan ini. Di HDH selain bisa mendapatkan informasi tentang batik Indonesia pengunjung pun dapat berbelanja produk batik di showroom batik Danar Hadi.

Di dalam kawasan HDH terdapat bangunan bersejarah Dalem Wuryaningratan, bekas kediaman KPH. Wuryaningrat, cucu dari Pakubuwono IX, dan menantu dari raja Surakarta I.SK.S Pakubuwono X. Bangunan tersebut didirikan 1890. Kawasan wisata terpadu HDH juga dilengkapi Gedung Sasana Mangunsuka yang berisi koleksi batik Danar Hadi yang pernah ditampilkan dalam fashion show.

Dalam waktu dekat HDH akan dilengkapi dengan toko souvenir yang menjual pernak-pernik unik khas HDH dan juga Cafe DH yang menyajikan aneka suguhan minuman dan santapan berkualitas khas Solo.

Sumber: Majalah Travel Club
Solo (ANTARA News) – Sebanyak 200 lembar kain batik kuno dengan motif China dipamerkan di Museum Batik Danar Hadi Solo, Jateng, mulai 6 Februari hingga 30 Maret 2010.

Pameran kain batik kuno motif China yang jarang digelar itu dibuka Wali Kota Surakarta Joko Widodo, di Dalem Wuryoningratan Museum Batik Danar Hadi Solo, Sabtu dalam rangka memeriahkan kunjungan museum sekaligus memperingati Tahun Baru Imlek 2010.

Pameran batik ini menampilkan kain batik yang umurnya sampai 200 tahun dan sampai sekarang juga masih bisa dilihat di museum ini.

“Pak Santosa Doellah ini memang mempunyai andil luar biasa dalam batik, karena koleksi yang dimiliki itu tidak hanya 200 batik kuno motif China saja, tetapi hampir motif kuno yang ada di Tanah Air ini dimilikinya yang koleksinya sekarang mencapai 2.800 lembar kain,” paparnya.

Untuk itu Santosa Doellah pemilik perusahaan batik PT Danar Hadi memang pantas mendapat penghargaan atas usahanya melestarikan batik, kata Joko Widodo.

Bersamaan acara tersebut juga diserahkan penghargaan dari Muri kepada Santosa Doellah sebagai kolektor kain batik motif China dengan ragam terbanyak, yang diberikan langsung oleh Pemilik Museum Muri Jaya Suprana.

“Museum batik yang dimiliki oleh Pak Santosa Doellah merupakan museum batik terbaik dan terlengkap di dunia, untuk itu pantas mendapatkan penghargaan,” kata Jaya Suprana.

Perkembangan batik di Indonesia ini tidak hanya dipengaruhi oleh budaya China, tetapi juga darai bangsa-bangsa lain seperti budaya Belanda, Jepang dan lain-lain.

“Untuk itu kami meminta kepada saudara-saudaraku yang keturunan Tiongha jangan terus lupa daratan dan jangan sampai mengkianati apa yang telah diperjuangkan oleh almarhum mantan Presiden Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), karena kita bisa seperti sekarang ini karena atas jasa-jasa beliau,” kata Jaya Suprana.

Priyo Hadi Susanto salah seorang tokoh keturunan Tiongha Solo, mengatakan sangat bangga dengan dipamerkan batik tersebut dan diharapkan bisa menjadi alat perekat bangsa ini untuk lebih maju lagi.

Untuk pameran batik kuno ini direncanakan setiap tiga bulan koleksi yang dipamerkan akan diganti dengan batik-batik kuno lainnya. Hal ini dimaksudkan kepada generasi muda agar mengerti dan mau mempelejari mengenai perkembangan batik yang sampai sekarang ini masih eksis, katanya.(U.J005/R009)

Harum Semerbak Aroma Melati dan Sedap Malam Hanya Bisa Dirasakan dan Dinikmati Ketakjubannya Oleh Jiwa Kerajaan

Surabaya (ANTARA News) – Siapa bilang seorang loper koran tidak bisa sekolah tinggi? Buktinya adalah staf ahli Menkominfo bidang media massa, yakni Dr Henri Subiakto, SH, MA.

“Saya memang pernah jadi loper koran, termasuk mengantarkan ke rumah Pak Ramlan (Prof. Ramlan Surbakti, PhD, adalah promotor dalam ujian doktor bagi Henri Subiakto),” tutur Henri di Surabaya, Selasa.

Ungkapan pria kelahiran Yogyakarta 29 Maret 1963 itu mengomentari pernyataan Prof L Dyson selaku pemimpin sidang ujian terbuka doktor di Pascasarjana Unair Surabaya.

Hal itu juga sempat disinggung penyanggah lain dalam ujian terbuka itu. Henri Subiakto dinilai memiliki posisi lengkap mulai dari loper, dosen komunikasi, konsultan media massa, hingga pejabat pemerintahan di Kemenkominfo.

Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Perum LKBN ANTARA itu mengaku dirinya menjadi agen koran sejak tahun 1989 hingga sekarang.

“Sebagai agen koran, saya sering menggantikan loper yang berhalangan, tapi saya menyelaminya. Loper itu penting, karena koran tidak akan pernah terbit tanpa peran loper,” kilahnya.

Karena profesi sebagai loper koran itu, dosen Ilmu Komunikasi di Unair sejak tahun 1988 itu pun menjadi paham trik seorang loper.

“Saya paham trik mereka, bagaimana seorang loper koran itu mengirim koran, apakah dilempar ke teras atau dimasukkan kotak pos. Kalau ke rumah Pak Ramlan harus dimasukkan kotak pos, karena kalau ke teras akan dibuang anjingnya,” ucapnya.

Namun, alumnus S1 Ilmu Komunikasi di UGM Yogyakarta itu melanjutkan studi Magister (S2) Ilmu Komunikasi di UI dan akhirnya menjadi dosen di Unair Surabaya sejak tahun 1988.

Setelah itu, peneliti di FISIP Unair Surabaya yang pernah menjadi Direktur Media Watch (Lembaga Konsumen Media) dan Ombudsman Jawa Pos Grup itu akhirnya melanjutkan studi S3 di Unair.

Dengan disertasi bertajuk “Kontestasi Wacana Tentang Sistem Penyiaran yang Demokratis Pasca Orde Baru: Analisis Konstruksi Sosial Relasi Negara, Industri, Penyiaran, dan Civil Society” itu, Henri pun meraih predikat “Sangat Memuaskan” dalam ujian terbuka doktor di Pascasarjana Unair.

Penerima sejumlah program beasiswa dari Amerika, Australia, dan Korea Selatan itu membuktikan loper koran pun bisa menjadi doktor. Henri sendiri tercatat sebagai doktor ke-1.172 di Unair dan ke-113 di FISIP Unair.(E011/R009)

Doa Hari Minggu, 07 Februari 2010

Bapa Surgawi,

dengan bantuan Roh Kudus,
kami berusaha menjaga kebenaran
dan FirmanMu yang dipercayakan
pada kami melalui Kitab Injil yang suci.
Kami tidak ingin terlena oleh pendapat manusia
dan jika kami kuat seperti karang,
kami yakin bahwa iman kami kepadaMu
tidak akan dapat dipalingkan.

Kami berdiri tegak dan kuat,
karena kami yakin pada Roh KudusMu,
kami mau untuk sungguh – sungguh mematuhi ajaranMu
dan bertekun dalam melakukan firmanMu.
Tolonglah kami ya Bapa agar bijaksana
dan waspada terhadap musuh kami,
setan berusaha untuk memecah belah orang-orang beriman
dan berusaha untuk merusak iman kami.
Dengan kemurahan dan pertolonganMu Tuhan,
kami akan kuat, bersatu,
dan mengalahkan serangan si jahat.

Dengan penuh keyakinan, kami panjatkan
doa ini di dalam nama PuteraMu, Tuhan Yesus Kristus.

Amin.

SITUS MILIS :

http://groups.yahoo.com/group/do

a-satu-menit

OWNER :
Robert Nio: mang.ucup@gmail.com

Misteri Tiga Dalam Kesatuan, Satu Dalam Trinitas

T R I T U N G G A L

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” (Matius 28:19)

Inilah berita utama amanat baptisan yang harus dilakukan dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Petunjuk mengenai keesaan dalam ketigaan dalam perintah baptisan untuk masuk dalam iman kristen. Ketigaan nama pribadi disini jelas karena ketiga nama dihubungkan dengan kata ‘dan’ (yunani: kai) yang menunjukkan perbedaan pribadi satu nama dengan nama lainnya.

Banyak petunjuk lainnya dalam Alkitab (yang ditulis pada abad I) mengarah pada kejamakan dan ketritungggalan Allah. Namun ada yang menuduh bahwa ajaran Tritunggal itu diciptakan oleh gereja dalam Konsili Nicea (325) seperti yang menonjol dipopulerkan film tenar ‘The Da Vinci Code.’ Benarkah tuduhan itu?

ALIRAN ABAD XIX

Sejak awal gereja-gereja pada umumnya mengaku apa yang dikenal dengan keyakinan ‘Tritunggal’ yaitu ‘Allah yang Esa dengan Tiga Kepribadian yang bernama Bapa, Anak dan Roh Kudus.’ Namun dalam perjalanan sejarah sewaktu-waktu timbul kelompok-kelompok sektarian (sekte) yang menolak ajaran itu, dan gejala ini muncul kembali dalam diri aliran-aliran yang tumbuh pada abad XIX.

Ada tiga kecenderungan aliran abad XIX, yaitu yang bersifat (1) Trinitarian yang tetap mengikuti faham gereja-gereja pada umumnya, (2) Mistik/Monisme, dan (3) Non-Trinitarian yang menolak Tritunggal dan menggantinya dengan keyakinan Sabelian, Binitarian, atau Arian.

Pertama, sekalipun merupakan aliran yang menekankan ajaran tertentu, aliran Adventisme baik yang dipelopori oleh William Miller (menekankan Akhir Zaman) maupun 7thday Adventist (Ellen Gould White yang menambahkan dengan ajaran Sabat dan Taurat), dan Pentakosta (menekankan karunia roh), ketiganya tetap mempercayai keyakinan Tritunggal yang dipercayai gereja-gereja pada umumnya, bahkan aliran Pentakosta menyegarkan kembali iman gereja-gereja akan Roh Kudus sebagai berpribadi yang berkuasa;

Kedua, aliran Mormon dan Christian Science menolak Allah Tritunggal yang berpribadi dan menggantikannya dengan Mistik/Monisme. Dalam pasal kepercayaan pertama dari Mormon memang disebutkan bahwa mereka percaya Tritunggal, namun pengertiannya dimengerti secara mistik. Allah dimengerti sebagai superhuman, setiap orang dilahirkan dari roh Allah seperti Yesus, dan sebagai seorang Mormon berusaha dengan kehendak bebasnya dan kekuatannya sendiri menuju status Allah atau menjadi serupa dengan Allah. Bagi Christian Science hanya realita hanya satu-satunya yaitu Allah yang adalah roh dan manusia roh yang adalah bagian/ekspresi dari roh Allah itu. Allah adalah semua dan semua yang baik, namun untuk membedakan dengan aliran mistik New Thought yang hadir pada masa yang sama, konsep mistik Christian Science dikaitkan dengan pengertian kristen sehingga disebut sebagai ‘theomonisme.’

Ketiga, Aliran lainnya menolak Tritunggal yang juga menekankan perlunya pemulihan nama YHWH (Sacred Name Movement / SNM / Gerakan Nama Suci). Yang pertama adalah Saksi-Saksi Yehuwa yang menganut faham Arian bahwa Yesus itu ciptaan lebih rendah dari Allah dan roh kudus hanya tenaga aktif Allah. SSY juga memulihkan nama YHWH yang disebut Jehovah. SSY juga disebut Unitarian yang percaya bahwa Allah itu hanya satu namanya Jehovah. Berbeda dengan aliran Mormon, Christian Science, 7thday Adventist, dan SSY yang menjadi organisasi yang solid dan menjadi besar, dari Adventisme kemudian lahir berbagai aliran SNM yang terpecah belah menjadi banyak aliran karena perbedaan dalam menafsirkan ejaan nama YHWH dan doktrin non-trinitarian mereka.

Kelompok yang menyempal dari 7thday Adventist adalah Church of God, 7thday (ini berbeda dengan Church of God yang trinitarian, gereja Pentakosta yang tertua dan terbesar). COG, 7thday menganut Binitarian, yaitu percaya bahwa ada dua pribadi Allah, Bapa dan Anak, Anak lebih rendah dari Bapa dalam tingkatan, dan mengikuti faham SSY mengenai roh kudus yang dianggap tenaga batin Allah. COG, 7thday belum mempersoalkan pemulihan nama YHWH namun dari sini kemudian berpecah-belah banyak aliran yang menekankan pemulihan nama YHWH dimulai dari Assembly of Yahweh. Aliran-aliran SNM yang lahir dari Assembly of Yahweh ada yang mengikuti Binitarian, ada yang menganut Modalisme / Sabbelian (Sabelius mengajarkan bahwa YHWH dalam PL disebut Bapa, dalam PB disebut Anak, dan setelah hari Pentakosta disebut Roh Kudus), dan ada juga yang mengikuti SSY menganut Unitarian / Arian (YHWH itu tunggal dan Yesus adalah ciptaan lebih rendah dari YHWH dan Roh Kudus itu tenaga batin ilahi). Di samping itu aliran-aliran sempalan ini berbeda-beda dalam mengeja nama YHWH, yaitu a.l. Jahwe, Jahve, Jahavah, Jahovah, Jahaveh, Jahveh, Yahveh, Jahweh, Yahweh, bahkan ‘The Scripture’ menolak penggunaan ejaan Yahweh dan memilih kembali menggunakan bahasa asli ibraninya yaitu tetragrammaton.

NON-TRINITARIAN

Bagaimana dengan aliran Non-Trinitarian ini? Apa yang sebenarnya dikatakan Firman Tuhan?

Modalisme / Sabellian menyebutkan bahwa YHWH itu esa, dan Bapa, Anak dan Roh Kudus hanya cara penampakkan (modus) dari YHWH, jadi baik Bapa, Anak dan rohkudus hanya modus dari YHWH. Faham ini menuai masalahan karena tidak dapat menjelaskan mengapa ketiganya sering disebut sebagai pribadi yang berbeda, yang kadang-kadang hadir bersama (pembaptisan Yesus) namun juga sering berbeda tempat dan saling berinteraksi termasuk berdialog (Doa Tuhan Yesus). Stefanus melihat Yesus disebelah kanan Bapa disurga dan Roh Kudus mendampinginya di bumi (Kis.7:55-56), demikian juga kalau ‘Yahsua adalah YHWH’ sendiri kalau begitu YHWH pernah dilihat manusia dan pernah disalib lalu mati? Ini tidak sesuai dengan firman-Nya (Yoh.1:18) maupun kemahakuasaan-Nya.

Binitarian berbeda dengan Trinitarian, dan sekalipun menerima Yesus sebagai pribadi dan Tuhan, Yesus dianggap masih lebih rendah dari Bapa dalam tingkatan (rank), dan Roh Kudus hanya tenaga batin Allah. Sekalipun dalam Alkitab ‘ruach’ sering diartikan sebagai kekuatan/tenaga Allah, Alkitab juga mengemukakan bahwa ‘Ruach’ juga berarti ‘pribadi Roh,’ seperti adanya ungkapan ‘Allah itu Roh.’

Unitarian / Arian menyebut Yesus lebih rendah dari Jehovah dan roh kudus hanya tenaga aktif Allah. Berbagai usaha digunakan SSY untuk membuktikan hal ini seperti menambah kata ‘suatu’ (Yoh.1:1) kemudian menciptakan doktrin yang aneh seperti Yesus ciptaan lalu diangkat menjadi anak dan rekan sekerja Allah, dan Yesus itu titisan malaekat Mikhael dsb.nya. Demikian juga status Yesus dikala masih menjadi manusia dianggap bersifat kekal jadi lebih rendah dari Allah (Yoh.14:28). Alkitab sebenarnya banyak menunjukkan ke tiga pribadi Allah yang esa (1Kor.8:4), yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang setara, sama-sama ada dari kekal sampai kekal, sama-sama dipermuliakan, dan sama-sama berkuasa.

TRINITARIAN

Untuk lebih jelasnya marilah kita mempelajari ajaran Tritunggal. Istilah Tritunggal tidak ada dalam Alkitab dan ajaran Tritunggal juga tidak diciptakan gereja atau ditentukan di Konsili Nicea (325 M)! Bila kita membaca Alkitab Perjanjian Lama (PL) dan terlebih Perjanjian Baru (PB) yang ditulis pada abad I M, gambaran mengenai ‘Allah yang Esa dengan Tiga Kepribadian yang bernama Bapa, Anak dan Roh Kudus’ sudah ada secara de-facto sekalipun tidak dirumuskan secara de-jure. Karena adanya gambaran mengenai tiga pribadi dalam keesaan Allah itu, maka nama Trias dan Trinitas ditujukan kepadanya.

Pada abad II M, dalam tulisan Theofilus dari Antiokia digambarkan ketiga pribadi Allah yang esa itu dengan sebutan ‘Trias’ (yunani), kemudian muncul dalam tulisan Tertulianus dalam bentuk latinnya ‘Trinitas.’ Pada abad III M, dalam tulisan-tulisan ‘Origenes’ sudah sering istilah Trinitas disebutkan, bahkan muridnya bernama Gregory Thaumaturgus menuliskan istilah ‘Trinitas’ sebagai pengakuan percaya (credo) dalam tulisannya ‘Ekhthesis tes pisteos.’ Jadi sejak awal memang gambaran mengenai ketiga pribadi dalam diri Allah yang esa yang tersirat dalam PL + PB disebut sebagai Trias (yunani) atau Trinitas (latin) sudah ada sekalipun tidak berupa credo, ini menggambarkan keyakinan umat pada umumnya. Sejak itu, pujian “Kemuliaan bagi Bapa, melalui Anak, dalam Roh Kudus” menjadi umum seperti ditulis dalam tulisan Clement (I Clement: 58,59) dan Justinus (Apologia, I.67). Pujian lainnya sebelum Nicea yang umum diucapkan oleh para Bapa Gereja adalah: “Kemuliaan kepada Bapa, kepada Anak, dan kepada Roh Kudus.”

Sebagai ajaran, Trinitas sudah bisa ditemui pada abad III dalam tulisan para apologet yaitu a.l. dalam tulisan Justinus (Apologia I,vi) dan Athenagoras (Leget: pro Christ,n.12). Demikian juga tulisan Irrenaeus (Adversus Haeresis I,xxii,IV,xx,1-6) menolak ajaran Gnostik yang menganggap bahwa Logos diemanasikan/keluar dari Bapa dan bukan berasal dari substansi Bapa jadi lebih rendah dari Bapa. Ajaran Trinitas juga dikemukakan dalam tulisan Clement (Paedagog, I,vi) dan disusul Gregory Thaumaturgus seperti sudah disebutkan diatas. Dibalik itu pada abad III itu ada juga yang menyimpang dari keyakinan Trinitas, ini dipelopori oleh Noetius dari Smyrna yang disalahkan oleh sinode lokal pada tahun 200 M dan dikenal sebagai Modalisme Yaitu Tuhan yang satu itu dianggap berganti-ganti dalam tiga cara penampakkan pada saat yang sama (simultaneus modalism). Sabellius menganggap Tuhan itu satu menyatakan diri dalam PL sebagai Bapa, dalam PB sebagai Anak dan sejak hari Pentakosta menampakkan diri sebagai Roh Kudus (kemudian dikenal sebagai ajaran Sabellian[isme] atau successive modalism, Sabelius diekskomunikasi pada tahun 220 M).

Lalu mengapa sering dikaitkan seakan-akan Trinitas merupakan produk Konsili Nicea pada tahun 325 M? Pada abad IV M, seorang penatua dari Aleksandria bernama Arius (dari namanya disebut faham Arian[isme]) terpengaruh ajaran Gnostik dan Neo-Platonis mengemukakan bahwa karena Logos (Yesus) diperanakkan oleh Bapa maka ia sebelum lahir pernah tidak ada dan adalah ciptaan yang tidak sama dengan substansi Bapa jadi lebih rendah dari Bapa. Kontroversi inilah yang mencetuskan diadakannya Konsili Nicea yang dihadiri 300 uskup yang 90 persennya menolak pandangan Arius dan mempertahankan pandangan Bapa-Bapa Gereja sebelumnya, Nicea kemudian menghasilkan “Credo Nicaeum” yang meneguhkan kembali “keTuhanan Yesus yang setara dan sehakekat dengan Bapa.” Semangat Nicea ini kemudian diperluas dalam ‘Credo Athanasius’ yang berbunyi: “Kami menyembah Satu Allah Tritunggal, Tritunggal yang Esa, tidak membaurkan ketiga pribadi dan juga tidak membagi hakekat Allah.” Credo ini disebutkan dalam surat yang dikeluarkan Konsili Konstantinopel (381), dan kemudian diteguhkan dalam ‘Konsili Chalcedon’ (451 M). Jadi, Kosili Nicea tidak menciptakan ajaran Tritunggal tetapi menolak ajaran Arius (Arianisme / Unitarianisme) yang melawan keyakinan Tritunggal, sedangkan Konsili-konsili selanjutnya hanya memberi perumusan credo Trinitas yang sudah lama yang sejak awal dipercayai umat.

Allah Itu Esa Yang Jamak

Allah yang Esa merupakan pengakuan untuk didengar umat (Shema) bahwa “TUHAN itu esa!” (Ul.6:4). Kata Esa dalam bahasa Ibrani ditulis ‘Ekhad’ dan menjadi pegangan kepercayaan monotheisme dalam agama Yahudi. Apakah arti sebenarnya ‘Ekhad’ itu? Ekhad artinya ‘satu,’ dan sekalipun ini dipandang oleh orang yahudi sebagai tunggal, ekhad dalam PL juga menyiratkan ‘gabungan jamak’ seperti dalam sebutan ‘keduanya menjadi satu daging’ (Kej.2:24), ‘menjadi satu bangsa’ (Kej.34:16), dan ‘seluruh jemaah itu bersama-sama (ekhad)’ (Ezr.2:64),’ atau gabungan menjadi satu papan’ (Yeh.37:17). Dalam bahasa Ibrani ada kata ‘satu’ yang lebih menyatakan ‘tunggal yang mutlak’ yaitu ‘Yakhid’ (Kej.22:2). Dari sini tersirat secara implisit adanya kejamakan dalam keesaan TUHAN. Kenyataan ini terbukti dalam diri filsuf Yahudi Maimonides, ketika menyusun ’13 Pengakuan Iman’nya menggantikan Ekhad dengan Yakhid untuk menjelaskan hakekat Tuhan yang Esa.

Sekalipun dalam PL ungkapan Tritunggal tidak dinyatakan secara eksplisit, namun ada beberapa petunjuk yang mengarah kepada kejamakan pribadi dalam keesaan TUHAN. Nama yang pertama digunakan dalam PL adalah ‘Elohim’ (Kej.1:1; dalam PL digunakan 2500X) yang berbentuk jamak (plural majestic/jamak kebesaran) padahal dalam bahasa Ibrani ada bentuk tunggalnya ‘Eloah’ (Ul.32:15-17; Hab.3:3; dalam PL digunakan 250X). Elohim juga berfirman dan menyebut diri-Nya dengan ungkapan jamak: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Kej.1:26), bahkan YHWH Elohim juga menyebut: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita” (Kej.3:22) dan YHWH berfirman: “Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka” (Kej.11:7). Dalam Yes.6:8 juga disebutkan “Siapa akan pergi untuk Kita?” Contoh ini tidak eksplisit bercerita mengenai Tritunggal namun menyiratkan secara implisit bahwa ada ke jamakan dalam ke’Esa’an YHWH/Elohim.

Tiga Pribadi Yang Tunggal

Dalam Perjanjian Lama (PL) memang ke’tiga’an Allah tidak terungkap secara eksplisit seperti dalam PB, namun secara implisit terlihat adanya dua pribadi lainnya yang khas ‘Malak Yahweh’ yang dibedakan dengan malaekat pada umumnya (Kej.16:7,13; 22:11-12; Kel.23:20-23) demikian juga dengan ‘Ruach Elohim/Ha-Kodesh’ (Kej.1:2;6:3; Ayb.33:4; Mzm.51:13;139:7; Yes.11:2), keduanya sering mempersentasikan YHWH sendiri. Dalam Yes.48:12-16 dan 63:7-14, ketiga pribadi disebutkan bersama. Malak Yahweh sering menyatakan diri sebagai manusia, Ia menemui Hagar (Kej.16) dan berkata atas Nama-Nya sendiri dan dipanggil ‘El-Roi’. ‘Ia bergumul dengan Yakub dan menyatakan diri sebagai Allah’ (Kej.32:28-32). Bila pribadi pertama ‘Bapa’ tidak pernah menyatakan muka-Nya kepada manusia (Kel.33:20), Malak Yahweh sebagai pribadi kedua sering memimpin bani Israel sebagai figur Malaekat yang berotoritas mengidentifikasikan diri sebagai Yahweh dan bisa dilihat muka-Nya (band.Yoh.1:18), seperti ‘Menahan Abraham membunuh anaknya Ishak’ (Kel.14) dan ‘Menampakkan Diri kepada Abraham’ (kej.17,18), ‘Menyuruh Gideon’ (Hak.6), ‘Menubuatkan kelahiran Simson’ (Hak.13), ‘Menyuruh Elia ke gunung Horeb’ (1Raj.19), dan ‘Menyuruh Daud membangun Bait Allah di Yerusalem’ (2Raj.19:35). Ia juga menyatakan diri sebagai ‘Hakim pembela Israel’ dari para musuh (Bil.22:22-35; 2Raj.19:35).

Sekalipun dalam PL ada kesan bahwa ‘ruach’ adalah tenaga batin, ‘Ruach Elohim’ berarti ‘Pribadi Roh’. Mengenai ‘Roh Kudus’ juga dijumpai banyak ayat dalam PL yang menunjukkan ke’Allah’an dan ke’pribadi’an-Nya. ‘Roh Kudus hadir dalam awal Penciptaan’ (Kej.1:2) dan juga ‘Ia adalah pencipta’ (Ayb.33:4), Ia juga secara aktif hadir pada Akhir Zaman (lihat kitab Wahyu).

Tritunggal dalam Perjanjian Baru

Dalam Perjanjian Baru (PB) penyataan tentang ke’Tritunggal’an Allah lebih jelas. Dalam Pembaptisan Yesus kita melihat tiga saksi pembaptisan yaitu ‘Bapa, Anak dan Roh’ dan ini kemudian menjadi saksi pembaptisan dalam Perintah Memberitakan Injil dimana kita menjumpai ketiga Nama disebutkan sebagai tiga pribadi terpisah namun Esa:

“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Mat.3:16-17).

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Mat.28:19).

Rasul Paulus memberi salam dalam ke’Tritunggal’an Allah:

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (2Kor.13:13; band. 1Kor.12:4-6)

Demikian juga Rasul Petrus menyebutkan:

“Yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya.” (1Ptr.1:2).

Ayat lain yang juga menyiratkan ke’Tritunggal’an Allah seperti a.l. penglihatan Stefanus mengenai ‘Anak disebelah kanan Bapa di surga dan Roh Kudus yang mendampinginya di dunia’ (Kis.7:55).

Mengenai ‘Anak’ sebagai Allah, dijumpai banyak ayat, dinubuatkan nabi Yesaya sebagai ‘Allah Perkasa’ (Yes.9:5) bernama ‘Imanuel’ (Yes.7:14, Allah menyertai kita, Mat.1:23). ‘Yesus adalah Allah’ bersama ‘Bapa’ sejak awal (Yoh.1:1,14; Kol.2:9), Ia menyebut diri sebagai ‘Tuhan’ (Mat.13:13,14), ‘Yesus mengaku ‘ego eimi’’ yang adalah pengakuan Bapa (Yoh.8:58, band. Kel.3:14 [LXX]). Baik Anak maupun Bapa disebut ‘Alfa dan Omega’ (Why.1:8;21:6;22:13) dan ‘Awal dan Akhir’ (Why.1:17;2:8;21:6;22:13). Keselamatan adalah dalam nama ‘Bapa’ (Yl.2:32) dan juga dalam nama ‘Anak’ (Kis.4:12).

Mengenai ‘Roh Kudus’ juga dijumpai banyak ayat menunjukkan kepribadian dan ke’Allah’an-Nya. Mendustai ‘Roh Kudus’ adalah ‘Mendustai Allah’ (Kis.5:3-4), ‘Ia Membangkitkan’ (Rm.8:11). Roh Kudus (Roh Kebenaran) adalah ‘Pribadi yang akan mendampingi umat beriman’ (Yoh.14-16). ‘Menghujat Roh tidak akan diampuni’ (Luk.12:10, padahal Yesus karena dianggap ‘menghujat Allah’ maka disalibkan). ‘Roh Kudus akan mengajar kita.(Luk.12:12), dan ‘Roh Bapa akan berbicara dalam diri umat’ (Mat.10:20). Sekalipun dalam ayat-ayat diatas seakan-akan hanya Bapa dan Anak yang terlibat sebagai Alfa/Awal dan Omega/Akhir, kita dapat melihat kehadiran Roh Kudus juga sejak Alfa/Awal (band.Yoh.1:1 dengan Kej.1:1-2) sampai Omega/Akhir di sorga (Why.14:13;22:17).

Berbeda dengan pandangan Sabellian (successive modalism) yang menyebutkan bahwa pada masa PL Tuhan menyatakan diri sebagai Bapa, PB sebagai Anak dan sesudah hari Pentakosta menyatakan diri dalam Roh Kudus, Alkitab menunjukkan bahwa ketiganya ada setiap saat yang dibutuhkan seperti pada pembaptisan Yesus, namun berbeda pula dengan simultaneus modalism yang beranggapan bahwa Allah yang satu itu berganti-ganti pada saat yang sama menyatakan diri-Nya, Alkitab menyebutkan bahwa ketiganya sering hadir bersamaan secara terpisah dan saling berinteraksi seperti dalam peristiwa pembaptisan Yesus maupun penglihatan Stefanus.

Alkitab dengan jelas memang menunjukkan bahwa pada masa PB ‘Anak’ diutus oleh ‘Bapa’ sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan sesudah kenaikan Yesus ke surga, Anak Allah mengutus ‘Roh Kudus’ sebagai ‘paracletos’ (penolong), tetapi itu hanya peristiwa khusus sebab secara umum ketiganya juga bekerja setiap waktu sesuai kebutuhan Allah sendiri dalam menjalankan rencana-Nya. Kelihatannya perbedaan antara ketiga pribadi terletak pada fungsi-nya, sekalipun banyak peran lainnya dilakukan bersama oleh ke’tiga’ pribadi Allah. Pada Akhir Zaman, sesuai penglihatan rasul Yohanes dalam kitab Wahyu, kita dapat melihat bahwa ketiga ‘pribadi’ Allah, yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus, bekerja bersama-sama secara aktif sesuai fungsi yang diemban masing-masing. ***

Salam kasih dari Yabina ministry www.yabina.org

Tulisan Sebelumnya »