Feeds:
Tulisan
Komentar

Pertanyaan: Apa itu Tribulasi? Bagaimana kita mengetahui bahwa Tribulasi akan berlangsung selama tujuh tahun?

Jawaban: Tribulasi adalah masa 7 tahun yang akan datang di mana Tuhan akan mengakhiri masa pendisiplinan terhadap Israel dan menyelesaikan penghakiman terhadap dunia yang tidak percaya. Gereja, yang terdiri dari semua orang yang telah percaya pada pribadi dan karya Tuhan Yesus yang menyelamatkan mereka dari hukuman dosa, tidak akan ada dalam dunia pada saat Tribulasi. Gereja akan diangkat dari dunia ini dalam peristiwa yang disebut Pengangkatan orang percaya (1 Tesalonika 4:13-18; 1 Korintus 15:51-53). Gereja dilepaskan dari murka yang akan datang (1 Tesalonika 5:9). Dalam Alkitab, Tribulasi disebut dengan berbagai nama, seperti misalnya:

1) Hari Tuhan (Yesaya 2:12; 13:6, 9; Yoel 1:15; 2:1, 11, 31, 3:14; 1 Tesalonika 5:2)

2) Kesusahan atau kesengsaraan (Ulangan 4:30; Zefanya 1:15)

3) Kesengsaraan besar yang menunjuk pada masa yang paling berat pada bagian akhir dari masa 7 tahun (Matius 24:21).

4) Hari atau waktu kesesakan (Daniel 12:1; Zefanya 1:15).

5) Waktu kesusahan bagi Yakub (Yeremia 30:7)

Untuk memahami tujuan dan waktu dari Tribulasi, kita perlu mengerti Daniel 9:24-27. Bagian dari kitab Daniel ini berbicara mengenai 70 minggu yang telah ditetapkan atas “bangsamu.” “Bangsa” Daniel adalah orang-orang Yahudi, bangsa Israel, dan yang dikatakan oleh Daniel 9:24 adalah masa yang Tuhan berikan untuk “melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.” Tuhan menetapkan “70 minggu” untuk menggenapi semua ini. Adalah penting untuk dimengerti bahwa ketika disebutkan “70 minggu” yang dimaksudkan bukan minggu sebagaimana kita ketahui (7 hari). Kata Bahasa Ibrani (heptad) yang diterjemahkan sebagai minggu dalam Daniel 9:24-27 secara harafiah berarti “7,” dan 70 minggu secara harafiah berarti 70 kali 7.

Masa yang Tuhan bicarakan ini sebenarnya adalah 70 kali 7 tahun atau 490 tahun. Ini dikonfirmasikan oleh ayat lain dalam kitab Daniel. Dalam ayat 25 dan 26 Daniel diberitahukan bahwa sang Mesias akan disingkirkan selama 7 minggu dan 62 minggu (total 69 minggu) mulai dari perintah untuk membangun kembali Yerusalem. Dengan kata lain 69 x 7 tahun (483 tahun) setelah perintah untuk mendirikan Yerusalem Mesias akan disingkirkan. Sejarahwan Alkitab mengkonfirmasikan bahwa 483 tahun telah berlalu sejak dari saat perintah untuk mendirikan Yerusalem sampai saat Yesus disalibkan. Kebanyakan sarjana Kristen, apapun pandangan eskatologis (masa-masa/peristiwa-peristiwa yang akan datang) mereka, memahami 70 minggu dalam kitab Daniel dengan pengertian yang sama dengan yang telah diuraikan di atas.

Dengan berlalunya 483 tahun dari perintah untuk mendirikan Yerusalem sampai pada penyingkiran Mesias, maka hanya tinggal 1 minggu (7 tahun) dari Daniel 9:24 yang masih harus digenapi “untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.” Masa 7 tahun yang terakhir ini dikenal sebagai masa Tribulasi – masa di mana Tuhan akan mengakhiri penghakiman atas Israel karena dosa-dosa mereka.

Daniel 9:27 memberi beberapa pokok-pokok penting dalam masa 7 tahun Tribulasi. Daniel 9:27 mengatakan “Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.” Pribadi yang dibicarakan dalam ayat ini adalah yang disebutkan oleh Yesus sebagai “Pembinasa keji” (Matius 24:15) dan disebut binatang dalam Wahyu 13. Daniel 9:27 mengatakan bahwa binatang itu akan menempatkan patung dirinya di tempat suci dan menuntut dunia untuk menyembah dia. Wahyu 13:5 menjelaskan bahwa ini akan terjadi selama 42 bulan, yaitu 3½ tahun. Karena Daniel 9:27 mengatakan bahwa ini akan terjadi pada tengah minggu, dan Wahyu 13:5 mengatakan bahwa binatang ini akan melakukan hal ini untuk masa 42 bulan, adalah mudah untuk melihat bahwa total lamanya adalah 84 bulan atau 7 tahun. Lihat pula Daniel 7:25 di mana “satu masa, dua masa dan setengah masa” (satu masa = 1 tahun; dua masa = 2 tahun; setengah masa = ½ tahun; keseluruhannya 3½ tahun) juga merujuk pada Kesengsaraan Besar, bagian terakhir dari 7 tahun Tribulasi ketika “kekejian yang menyebabkan kebinasaan” (binatang) akan berkuasa.

Untuk referensi lebih lanjut mengenai Tribulasi, lihat Wahyu 11:2-3 yang berbicara mengenai 1,260 hari dan 42 bulan, dan Daniel 12:11-12 yang berbicara mengenai 1, 290 hari dan 1,335 hari yang kesemuanya menunjuk pada pertengahan Tribulasi. Hari-hari selebihnya dalam Daniel 12 mungkin termasuk masa pada akhir dari penghakiman terhadap bangsa-bangsa (Matius 25:31-46) dan masa untuk mendirikan Kerajaan Seribu Tahun milik Kristus (Wahyu 20:4-6). sumber klik di sini

Klik di sini dan di sini

Intip terus …..

…………………..

…………………..

…………………..

………………….. ;P

Buka Google Terjemahan, Masukkan URL alamat Blog, Pilih Bahasa, Copy URL, Masukkan ke Text Widget dengan di awali dengan “<a href=”" paste URL nya dan akhiri dengan “”>Arab</a>”

Mudah bukan?

Tahun Rakhmat Segera Tiba Persiapkan Hati Menerima-Nya Damai Sejahtera di Bumi dan di Hati

“Umatku akan disebut pohon terbantin kebenaran, yang ditanam oleh Tuhan untuk memperlihatkan keagunganNya.” (Yes 61:3)

Saat Teduh Minggu, 29 November 2009

Pembacaan Alkitab: Yohanes 1:6-8, 19-28; 1 Tesalonika 5:16-24

Yohanes 1: 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;

7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Kesaksian Yohanes tentang dirinya sendiri

Yohanes 1: 19 Dan inilah kesaksian Yohanes Ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?”

20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.”

21 Lalu mereka bertanya kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: “Bukan!”

22 Maka kata mereka kepadanya: “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katanu tentang dirimu sendiri?”

23 Jawabnya: “Akulah suara yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah telah dikatakan nabi Yesaya.”

24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.

25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: “Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?”

26 Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,

27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”

28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

1 Tesalonika 5: 16 Bersukacitalah senantiasa.

17 Tetaplah berdoa.

18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab iatulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

19 Janganlah padamkan Roh,

20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.

21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

Salam

23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan mengenapinya.

“ADVEN PENGHARAPAN”

Lukas 4:18

Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku.

RENUNGAN

Masa Adven merupakan dasar erayaa Natal. Dalam Injilnya, Lukas menulis [Lukas 4:16-21 – 16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan Kitab Nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rakhmat Tuhan telah datang.” 20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. 21 Lalu Ia mulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari itu genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”] bahwa Yesus memproklamasikan diri sebagai penggenapan janji Allah untuk memulihkan umat-Nya. [Yesaya 61:1-4 – 1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 2 untuk memberitakan tahun rakhmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, 3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon terbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memeprlihatkan keagungan-Nya. 4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.]. Inilah pengharapan. Inilah yang kita nanti-nantikan dalam kelahiran Bayi Yesus. Dan sementara itu, kita memasuki waktu penantian, kehamilan yang akan kita nantikan.

Alkitab membimbing dan menasihati kita tentang bagaimana cara menerima kembali Rakhmat Kasih yang bakal lahir. Dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika, Paulus memberitahu kumpulan orang percaya bagaimana cara hidup berpengharapan: yaitu dengan bersukacita dan berdoa, mengucap syukur dalam segala hal, ebrpegang pada yang baik dan menolak apa yang jahat. Itulah nasihat yang baik untuk kita di masa Adven.

Kita menjadi bagian dari sejarah yang kudus, dan kita dipanggil untuk hidup secara bertanggung jawab – setia kepada rencana Allah. Pada masa Adven kita berkesempatan menyiapkan diri untuk menerima Kristus sekali lagi dalam hidup kita, menyegarkan dan memulihkan iman kita dengan kebenaran yang sudah ada dari dahulu dan pengharapan akan masa mendatang.

Doa:

Allah terkasih, buatlah kami siap untuk menerima, dalam kelahiran Kristus Sang Anak, pengharapan dan tujuan dari visi-Mu. Amin.

Pokok pikiran:

Yesus adalah Terang dunia dan tak terkalahkan oleh kegelapan.

Doa syafaat:

Agar menjadi orang percaya dan bertanggung jawab.

Dikutip dari:

Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Copyright © 2009 by THE UPPER ROOM

Minggu, 29 November 2009

Ketika Panas Terik, Dibutuhkan Pohon Lebat - Perlindungan

David mengalahkan Goliath Disini Bersama Tuhan

Kesederhanaan Mempertahankan Hidup dan Kehidupan

Tuhan Yesus,

peringatan akan hari kelahiranMu semakin dekat.
Bulan demi bulan berganti, dua hari lagi kami akan
memasuki bulan kelahiranMu Tuhan.

Saat seluruh gereja, dan berbagai persekutuan yang ada
sibuk mempersiapkan acara kebaktian maupun perayaan
hari Natal, ingatkanlah kami setiap anak – anakMu
Tuhan baik yang terlibat dalam persiapan berbagai
acara ini maupun tidak terlibat, agar kami tidak
fokus kepada meriahnya dekorasi, gemerlapnya acara,
banyaknya hadiah – hadiah, ataupun hal – hal
lainnya yang bersifat duniawi, namun biarlah
kami fokus kepada persiapan hati kami di dalam
menyambut akan hari kelahiranMu, dan
memaknai maksud kelahiranMu di dunia ini,
sehingga Natal itu sendiri menjadi suatu
momen yang amat berarti bagi setiap hati,
tidak sekedar berlalu begitu saja.

Ajar kami Tuhan untuk tidak terlalu sibuk
sampai lupa untuk mengambil bagian seperti
Maria, yang duduk di kakiMu dan mendengarkan
sabdaMu.
Kami tidak ingin menjadi pekerja yang
teramat sibuk sampai tidak menikmati baitMu,
atau tidak memaknai pesan di balik acara
yang kami persiapkan.

Kiranya ya Tuhan, Natal demi Natal yang
kami peringati setiap tahunnya, mempunyai
pesan yang spesial di hati kami,
dan mengingatkan kami akan betapa besarnya
cinta kasihMu kepada kami, sehingga Engkau
rela datang ke dunia ini, menjadi sama
seperti kami untuk menebus dosa kami.

Terima kasih Tuhan Yesus.
Segala hormat, pujian, dan syukur,
kami panjatkan bagiMu.

Amin

KTP Zaman Doeloe

Klik di sini dan telusurilah aku inchi demi inchi …

Klik di sini

Masuk Situs Suci Antero Bumi - Nikmati Berkah Sorga

LIHAT SAYA !

——————————————————————————–

Lututnya bergetar hebat. Di kanannya tebing yang tinggi, di kirinya jurang yang dalam. Semua pengaman telah dipakainya, tetapi tak urung hatinya was-was. Tiba-tiba sebuah suara menyentakkannya, “Ulurkan tanganmu, lihat saya!” Dan pemuda usia belasan itu pun bergerak mengikuti instruksi sang kakak pembina. Ia memalingkan wajahnya dari tebing dan jurang, lalu dengan hati-hati mengikuti setiap instruksi hingga berhasil melewati rintangan terakhir itu dengan baik.

Lain halnya dengan Petrus. Petrus sendiri yang meminta agar ia boleh menghampiri Yesus dengan berjalan di atas air. “Datanglah!” kata Yesus. Petrus pun berjalan di atas air menghampiri Gurunya (Matius 14:29). Namun, ketika dirasakannya tiupan angin sakal yang telah membuat ia dan murid-murid lainnya kepayahan mendayung, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam. Ia berteriak minta tolong. Yesus pun menolongnya sambil berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

Ya, angin pencobaan yang datang silih berganti sering mencuri pandangan kita dari Yesus. Walaupun demikian, seperti anak muda di atas, kita juga selalu mempunyai pilihan. Memilih untuk mengikuti petunjuk sang guru atau terus melihat pada rintangan yang besar. Ketika Petrus hanya melihat pada Yesus, ia dapat berjalan mengatasi gelombang. Sebaliknya, ketika ia hanya melihat pada angin dan gelombang, ia pun tenggelam.

Hari ini, Yesus meminta kita untuk melihat kepada-Nya dan bukan pada masalah-masalah yang ada di sekeliling kita. Ya, walaupun gelombang menggelora dan angin pencobaan terus bertiup, percayalah pada Yesus!

~~ YESUS LEBIH BESAR DARI MASALAH-MASALAH ANDA ~~

——————————————————————————–

Sumber: Renungan Harian
Penulis: SL

Doa Hari Sabtu, 28 Nopember 2009


Tuhan Yesus yang setia dan sungguh teramat baik,

pada waktu Engkau membentuk alam raya dengan tanganMu,
Engkau juga mengisi hati manusia dengan RohMu sendiri,
yang menjamin kehendakMu atas hidup kami.

Tolonglah kami Tuhan,
agar dapat menyerahkan diri kami sepenuhnya
kepadaMu, sehingga kami menjadi bagian
dari orang-orang yang memiliki iman yang kuat;
sehingga kami berjalan dengan penuh keyakinan,
dan menaruh pengharapan kami bukan kepada
apa yang dapat dilihat, namun kepada apa
yang tidak dapat dilihat oleh mata,
yang kelak akan Kau berikan kepada setiap
orang yang setia kepadaMu.

Dalam perjalanan hidup kami ini,
kami mohon kuatkan dan teguhkanlah kami.
Jangan biarkan kami bimbang dan goyah atas
peristiwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kami.
Jangan biarkan iblis menjatuhkan kami,
namun biarlah kami hanya memandang terus
kepadaMu saja, percaya bahwa Engkau akan
mendampingi kami dan selalu menopang kami,
dan Engkau akan membawa kami kepada
Air Kehidupan yang tak pernah berhenti mengalir.

Terima kasih Tuhan Yesus.
Di dalam namaMu kami berdoa.

Amin.

Klik di sini dan downloadlah di hati sanubari Anda semua … :)

Siapkan Hati Sambut 2012

RH Mutiara Iman
Jumat, 27 November 2009
St. Yakobus dr Persia, Mrt; St. Virgillius, Uskp.
(by: Rm. Rudi Rahkito, OMI)

Mutiara Iman:
“Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan
sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.”
[Lukas 21:30]

BACAAN PERTAMA – Daniel 7:2-14;

MAZMUR TANGGAPAN – Daniel 3:75-81;

BACAAN INJIL – Lukas 21:29-33;

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Perhatikanlah
pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah
bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.
Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa
Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini
tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu,
tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

MEDITATIO:
Setelah beberapa saat menjadi penganggur, Yosua akhirnya mendapatkan
pekerjaan di sebuah toko bahan kue. Pada suatu hari, seorang pelanggan
berbelanja di toko tersebut. Setelah membeli beberapa macam bahan kue,
pelanggan itu berbisik kepada Yosua untuk minta “tambahan”. Yosua menolak
permintaan yang tidak jujur itu. Karyawan yang dulu bekerja di sini biasa
melakukan. Nanti kamu saya beri persenan,” kata pelanggan itu berusaha
meyakinkan Yosua.Yosua berusaha menolak permintaan itu. “Saya tidak bisa
melakukannya. Atasan saya tidak mengijinkannya.” “Tapi,” kata pelanggan itu,
“Atasanmu sedang tidak ada di sini.” Oh, dia ada! Atasan saya selalu ada di
sini,” katanya seraya menunjukkan ke arah dadanya. “Saya seorang Kristen,”
lanjutnya sambil tersenyum. Pesan dari cerita di atas adalah hendaknya kita
menjadi orang yang peka akan kehadiran Kristus dalam hidup kita sehari-hari.

Injil hari ini, Tuhan Yesus berbicara tentang kedatangan Kerajaan
Allah. Istilah Kerajaan Allah menunjuk kepada Allah yang datang sebagai raja
saat akhir zaman. Namun istilah Kerajaan Allah juga dapat menunjuk pada diri
Yesus sendiri. Di dalam diri Yesus, sebenarnya Allah hadir, sedang datang
dan menyapa manusia.

CONTEMPLATIO:
Pejamkan mata beberapa menit. Ingatlah kembali salah satu peristiwa ketika
Anda berada dalam konflik atau dilema antara mengikuti tawaran duniawi atau
tetap teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus. Berilah keputusan secara jujur
atas dua tawaran itu… bila masing bingung, mohonlah penyertaan Tuhan.

ORATIO:
Tuhan Yesus, hadirlah dan bersemayamlah di dalam hatiku hari ini dan untuk
selamanya.

MISSIO:
Hari ini aku mau menjadi orang yang selalu mengikuti suara hati dalam
bertindak.

Tuhan memberkati!

Wikipedia : Idul Adha

Idul Adha (di Republik Indonesia, Hari Raya Haji, bahasa Arab: عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan shalat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.

Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim.

Kekekalan Tujuan Hidup, Sukacita/Derita Abadi

Bapa Surgawi,

terima kasih Engkau sangat mencintai kami,
dan berkali-kali mengingatkan kami akan
penghakiman yang akan datang, serta
menunjukkan kepada kami jalan hidup yang benar.

Tolong kami Bapa, agar kami
selalu mengikuti Engkau, Sumber Terang,
Jalan dan kebenaran dan hidup.
Hanya dengan mengikutiMu, kami tahu
bahwa kami tak akan tersesat.
Engkau Sang Pencipta kami, akan membawa
kami kepada jalan yang menuju kekekalan.

Peliharalah kami ya Bapa, agar tetap setia
dan terus bertumbuh dalam proses pembentukan
semakin serupa dengan karakterMu.
Dengarlah doa kami ya Bapa,
yang kami panjatkan hanya dalam nama
PuteraMu, Tuhan Yesus Kristus.

 

Ingatlah Untuk Selalu Menghitung Berkat, Tulis Daftarnya, dan Lihat Kasih Allah Turun Menaungi Kamu Dengan Kelimpahan Sukacita Sorga

Saat Teduh Kamis, 26 November 2009

 

Pembacaan Alkitab: Efesus 1:3-14

Kekayaan orang-orang yang terpilih

3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya.

5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian,

9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus

10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatuan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga mau pun yang di bumi.

11 Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan – kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya –

12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

13 Di dalam Dia kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, Ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

14 Dan Roh Kudus itu adalah jamiman bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang manjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

“HATI BERSYUKUR”

1 Tesalonika 5:18

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

RENUNGAN

Suatu hari seminggu yang lalu, aku terbangun memikirkan berbagai hal yang kuinginkan, tetapi kenyataannya tidak kumiliki. Reaksi pertamaku adalah ingin menguluh; tetapi kemudian aku memutuskan untuk menulis semua hal yang patut kusyukuri. Ternyata dalam sekejap aku sudah membuat daftar yang panjang dan membutuhkan berlembar-lembar kertas.

Ketika mengingat betapa banyaknya berkat yang Allah berikan kepadaku melalui Kristus, sukacita memenuhi hatiku. Aku dapat merasakan kehadiran Allah dalam hidupku. Aku tidak lagi mengasihani diriku. Godaan untuk mengeluhkan berbagai hal dalam hidupku menjadi sirna. Air mata syukur memenuhi mataku saat mengenang semua hal indah yang telah Allah berikan untukku.

Aku bersyukur karena Allah mengingini hubungan denganku dan memanggilku anak. Melalui pembacaan Alkitab, aku menemukan banyak alasan untuk bersyukur. Saat aku memusatkan perhatianku pada semua hal indah dalam hidupku, kasih Allah yang luar biasa tampak begitu nyata. Kini, jika tergoda untuk mengeluh, aku mengeluarkan daftarku, dan meninjau ulang semua hal yang patut kusyukuri. Dan hal-hal lainnya menjadi tidak berarti.

Doa:

Tuhan terkasih, tolonglah kami untuk melihat semua kebaikan-Mu kepada kami. Bantulah kami untuk mengingatkan orang lain juga tentang kebaikan dan kasih-Mu. Amin.

Pokok pikiran:

Apa saja yang patut kusyukuri?

Doa syafaat:

Agar lebih bersyukur.

Dikutip dari:

Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Copyright © 2009 by THE UPPER ROOM

Kamis, 26 November 2009

Doa Hari Kamis, 26 Nopember 2009

Ketentraman Hati Lebih Berharga Daripada Emas

Bapa kami yang di Surga,

seringkali hatiku membatu, tidak lembut,
dan tidak tersentuh karena kebandelan
dan ketidak perdulianku.
Sikapku yang membanggakan diri
membuat aku merasa lebih tahu daripada Engkau,
Sang Pencipta, dan membuatku tidak hati-hati
dalam menjalani hidupku.

Namun jauh di lubuk hatiku,
aku yakin dan percaya kepadamu
yang telah membentuk aku
dengan terlebih dahulu meleburku
seperti tanah liat yang dibentuk
menjadi bejana dan menyingkirkan
ketidaksempurnaanku.

Walaupun prosesnya menyakitkan dan disengaja,
namun aku ingin Engkau menjadi nahkodaku
saat Engkau menghembuskan hidup baru ke dalam jiwaku.
Engkau menunjukkan jalan yang lebih baik kepadaku
dan dengan setia membimbingku menjadi citraMu.
Dalam proses pemurnian ini,
aku ingin tegar menghadapi pencobaan.
Aku ingin menjadi berkat karena Engkau Tuhanku,
dan dengan demikian Engkau dihormati dan dimuliakan.

Aku mohon ampunilah sikapku yang tidak
berkenan, ampuni jika aku kurang berhati – hati
dalam menjalani hidupku.
Tolong aku untuk sungguh taat kepadaMu,
dan menyerahkan hidupku dalam pimpinanMu sepenuhnya.

Di dalam nama Tuhan Yesus,
aku berdoa.

Amin.

Tulisan Sebelumnya »